Tetap Tinggal?

"jika aku salah, jangan lantas kau tinggalkan. Tetap berada disampingku dan tolong ajari agar aku  benar"

Sebuah permintaaan untukku atau kau hanya ingin agar aku tetap tinggal bersama mu?

jika itu sebuah permintaan tulus dari mu, maka aku akan melakukannya. Kau minta agar aku mengajarimu yang benar bukan? baiklah, aku coba untuk tetap memberitahu dan mengingatkanmu. ( Lagi dan entah untuk yang keberapa kali)

Sesaat kau paham. Kau sudah tau bagian mana yang salah dari mu dan bagaimana cara mu memperbaiki itu. Aku ikut senang ternyata kau mau membuka diri untuk memperbaiki kesalahan yang kau perbuat atau lebih tepatnya aku lebih senang, kau tidak akan mengulangi kesalahan kesalahan yg lalu. Karena aku yakin kau sudah tau itu.

Ah rasanya tak mungkin kau akan mengulangi kesalahan yg sama. Sumber dari segala perdebatan kita.

Selang beberapa waktu, kau kembali seperti yang dulu.Aku meringis melihat kau kembali berubah. Bukan ke ranah yang lebih baik, kau kembali mengulangi kesalahan itu-lagi dan lagi-

Aku hampir menyerah, Bagaimana caranya agar kau bisa lebih memahami maksudku. Apakah caraku untuk menuntunmu salah? hingga kau tak bisa paham.
Aku hampir saja pasrah, merelakanmu dengan segala kesalahan kesalahanmu. Tapi aku tak tega membiarkanmu larut dalam kesalahan.

Tapi aku harus bagaimana??

Seharusnya kau tau, aku tak pernah bermain dengan rasa terlebih rasa ini untukmu. Kau terus saja berucap agar aku tetap tinggal, tanpa sadar kau juga lah yang membuat ku pergi.



-Fiktif-







Komentar

Posting Komentar